Percakapan dengan seorang mantan kontestan pilkada yang dicap gila membuat penulis merenungkan kembali batas antara waras dan gila, terutama saat nafsu berkuasa yang dianggap wajar oleh masyarakat.

Baca artikel lengkap di acehkita.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *